Benar kejadian ini sudah lama, waktu itu Joko Widodo baru lulus dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada dan mencoba mendaftar masuk menjadi pegawai Perhutani, tapi ternyata tidak lulus alias ditolak.
Itu adalah salah satu kenangan Presiden Jokowi saat berkunjung ke mantan kampusnya dalam rangka menghadiri Dies Natalis UGM ke 68 bulan Desember 2017 yang lalu.
Seperti yang diberitakan liputan6.com berikut ini adalah beberapa kenangan presiden Jokowi semasa muda dan menimba ilmu di UGM, simak yuk.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyempatkan diri menengok fakultas tempatnya mengenyam bangku kuliah. Usai menyampaikan pidato ilmiah dalam Rapat Terbuka Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai rangkaian Dies Natalis ke-68, ia berjalan kaki sejauh 500 meter dari Grha Sabha Pramana menuju ke Fakultas Kehutanan.
Kedatangannya disambut meriah. Mahasiswa, dosen, dan para alumni berebutan untuk mengabadikan gambarnya. Jokowi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan lulus pada 1985.
Berikut ini empat kenangan Jokowi saat masih duduk di bangku kuliah:
1. Dosen Pembimbing
Di hadapan almamaternya, Jokowi memanggil dosen pembimbing skripsi untuk maju mendampinginya.
"Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada dosen pembimbing saya di Teknologi Kayu, Pak Kasmujo," ujar Jokowi, Selasa (19/12/2017).
Laki-laki berusia 68 tahun itu pun berdiri dari tempat duduknya dan mendatangi Jokowi. Presiden ke-7 Indonesia itu pun mengenang kesannya terhadap Kasmujo.
Dulu Jokowi memandang dosen pembimbingnya sebagai sosok yang galak. Namun, setelah lulus dia justru melihat dosennya itu bijak.
"Saya tidak ingat berapa kali saya bolak-balik bimbingan skripsi, karena begitu maju bimbingan dibentuk, balik lagi, seperti itu beberapa kali," kata Jokowi disambut tawa hadirin.
Jokowi juga ingat sejak kuliah bercita-cita sebagai pegawai Perhutani. Dia sempat ikut tes, tetapi tidak lolos.
Hal itu membuatnya berpikir beberapa kemungkinan, yakni apakah dirinya terlalu bodoh, tes yang tidak benar, atau banyak titipan saat pendaftaran.
"Tapi saya malah diterima jadi presiden, kalau memang sudah kehendak dan garis Tuhan seperti ini," celetuknya yang kembali direspons riuh oleh hadirin.
Jokowi mengungkap rahasia di balik tanda tangannya. Ternyata, ada nomor mahasiswa saat ia masih duduk di bangku kuliah di dalam tanda tangannya.
Saat masih kuliah, Jokowi memiliki nomor mahasiswa, yaitu 1681/KT. Ia mengabadikan nomor mahasiswanya itu dalam tanda tangan.
"Lihat saja di tanda tangan saya ada 1681," kata Jokowi, Selasa (19/12/2017).
Jokowi juga menyebutkan kenangan bersama beberapa nama teman kuliahnya. Selain Sigit yang kini sudah menjadi dirjen, Johan juga disebut sebagai teman yang paling nakal.
"Tapi sekarang Johan sudah kelihatan bijak," ujarnya sembari mengarahkan pandangan ke tempat Johan duduk.
Di fakultasnya, Jokowi juga sempat melihat foto-foto lama yang dipamerkan di lobi kampus. Foto itu memotret aktivitas Jokowi semasa kuliah, mulai dari bergaul dengan teman-temannya sampai naik gunung.
Kaesang Pengarep, putra bungsu Jokowi, mendadak muncul di Fakultas Kehutanan. Ketika itu Jokowi sedang asyik berfoto bersama almamaternya sesuai menanam pohon Cendana di halaman.
Konsentrasi mahasiswi yang semula antusias dengan kehadiran Jokowi pun terpecah. Mereka mendatangi Kaesang dan memintanya untuk berswafoto.

No comments:
Post a Comment