Monday, January 22, 2018

Presiden di Tapanuli Tengah

Akhir Maret 2017 yang lalu Presiden sempat meninjau ke Tapanuli Tengah Sumatera Utara, sempat pula meninjau desa penghasil Kapur Barus atau Kamper yakni Desa Barus yang ternyata produknya sudah mendunia hingga mummy di Mesir diawetkan dengan kamper asal desa ini (kapur barus).
 Sekengkapnya seperti yang diberitakan antaranews.com berikut ini.

Presiden berjanji akan mengembangkan wilayah Barus ini menjadi wisata religi dengan adanya situs pemakaman Mahligai dan beberapa situs lainnya.

"Nanti tentu saja (dikembangkan). Tanyakan ke Pak Mendikbud, atau ke beliau yang ada di sini," ujar Presiden usai meninjau pemakaman Mahligai, Barus, Tapanuli Tengah, Jumat.

Pejabat Bupati Tapanuli Tengah mengatakan situs Mahligai dan Papan Tinggi yang menunjukkan penyebaran agama Islam pertama kali masuk Nusantara yakin bisa menarik wisatawan, terutama wisata religi.

Selain situs pemakaman Mahligai dan Papan tinggi, kata Bukit Tambunan, pihaknya juga akan membangun mercusuar di lokasi Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara yang baru diresmikan Presiden Jokowi.

"Mercusuar itu nantinya bisa melihat Pulau Mursala, Pulau Putri dan wilayah Tapanuli Tengah," kata Bukit Tambunan.

Dia mengungkapkan, Pulau Mursala yang memiliki luas 6.000 hektare ini memiliki air terjun, di mana airnya tawar walaupun di tengah laut.

Bukit Tambunan berharap pemerintah Pusat dapat mendukung rencana pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah ini dijadikan daerah tujuan wisata religi yang terintegrasi dengan wisata Danau Toba yang sudah mulai dikembangkan.

"Selain menikmati panorama Danau Toba, juga bisa menikmati wisata religi di Mahligai dan Papn Tinggi serta panorama pantai dan Pulau Mursala," harapnya.

Untuk itu, Bukit Tambunan berharap pemerintah pusat memperbaiki infrastruktur jalan yang menghubungkan Danau Toba dengan Kota Barus untuk ditingkatkan dari jalan provinsi menjadi jalan nasional.

Bukit Tambunan juga meminta Bandar Udara Pinang Sori diperluas terminal dan landasan pacunya menjadi 2.500 meter sehingga bisa didarati pesawat besar. 

No comments:

Post a Comment