Sunday, December 9, 2018

Jokowi, Harmonis dengan Semua

JOKOWI, HARMONIS DENGAN KELUARGA, MESRA DENGAN MEDIA - Ketika kubu sebelah terus meluapkan kemarahan pada awak media dan pura pura pamer kemesraan dengan sang mantan, sang petahana Presiden Joko Widodo justru memamerkan kemesraan sesungguhnya kepada keluarga dan juga pamer kemesraan dengan media. Di Istana Kepresidenan di Bogor, Sabtu pagi (8/12), pekan lau, keluarga presiden jalan keliling - lalu berbincang dengan awak media yang menungunya. Presiden Jokowi memuji peran media yang selama ini ikut mebesarkannya selain juga mengritiknya. “Sebelum jadi wali kota atau pas pilkada pertama (2014 pen), siapa sih yang kenal saya? Enggak ada," ujar Jokowi. Ditambahkannya, ‘’dikenal itu ketika media lokal mulai mengangkat, media nasional mulai mengangkat, dari situ dimulai sebetulnya, ’’ ujarnya ketika menungkap jasa dan kebaikan media. Tak hanya Jokowi, putra pertamanya, Gibran Rakabuming, mengapresiasi peran media membesarkan usaha martabak yang digelutinya hingga dikenal luas masyarakat. “Untuk saya, media itu termasuk teman-teman yang membesarkan saya, dari mulai nol sampai sekarang. Jadi ketika ada berita positif saya terbantu, ketika ada berita negatif pun saya terbantu karena berita negatif itu juga menguntungkan untuk saya. Jadi terima kasih untuk teman-teman media yang hadir di sini,” ujar Gibran. Ia kemudian menyebut usaha martabak yang digelutinya, yang dikenal sebagai “Markobar” atau singkatan dari “Martabak Kota Barat,” yang dikenal luas di dunia kuliner Indonesia berkat peran media. “Misalnya Markobar, itu kan cuma makanan kaki lima. Itu kalau enggak dibesarkan teman-teman media, enggak akan jadi apa-apa," lanjutnya. Gibran juga menyebut beberapa UKM lain yang kini menjadi besar dan mendunia, seperti Go-Jek. Bincang-bincang santai dengan wartawan di Istana Kepresidenan di Bogor ini menjadi meriah dengan kehadiran dua cucu presiden, Jan Ethes dan Sedah Mirah. Jan Ethes yang berusia dua tahun, dengan lugas menyebut satu per satu nama anggota keluarga dengan logat khas anak-anak. Ia juga memberi salam hormat ketika mendengar kakeknya menyanyikan beberapa bait lagu “Indonesia Raya.” “Berkumpul seperti ini sangat sulit. Saya harus ngomong apa adanya karena masing-masing sudah punya kesibukan sendiri, kegiatan sendiri,’’ ujar Jokowi. Ditambahkan, keluarga penting untuk memotivasi, mendorong dan memberikan semangat. “Kalau pas pikiran lagi banyak masalah, ketemu keluarga itu memberikan semangat dan energi baru.” SEBAGAI orangtua, Jokowi merasa bersyukur karena anak-anaknya kini sudah mandiri. "Alhamdulillah saya selalu bersyukur bahwa diberikan anak-anak yang menurut saya sangat membanggakan. Bersyukur mereka sudah bisa mandiri. Ada yang jualan kopi, ada yang jualan martabak, ada yang jualan pisang goreng. Yang penting mandiri, tanggung jawab sendiri, dan sudah bekerja sendiri. Artinya saya sudah enggak mikir mereka harus dicarikan pekerjaan apa. Jadi itu yang saya syukuri," ungkapnya. Yang lebih menggembirakan lagi adalah ketika diberi dua cucu, satu laki-laki dan satu perempuan. Jan Ethes, yang berusia dua tahun, adalah anak pasangan Gibran dan Selvi Ananda. Sementara Sedah Mirah, yang baru berusia beberapa bulan, adalah anak pasangan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. “Nikmat ada cucu laki-laki, cucu perempuan. Jan Ethes sudah, Sedah Mirah sudah. Lengkap!” tutur Jokowi dengan sumringah. “Saya selalu malah bisa video call Jan Ethes, jam 9 atau 10 malam, jika tidak ada kegiatan di luar kota yang sampai tengah malam, saya video call dia sebelum tidur,” tambahnya. Jokowi dan keluarga mengakui bahwa kritik kerap dilayangkan pada mereka. “Comment negatif pasti selalu ada, dari jaman Bapak jadi walikota, gubernur hingga pemilihan presiden kedua ini, ya ada comment negatif terus. Yang penting keluarga tidak reaktif,” ujar Gibran. Presiden mencatat sejarah baru,dmana anak anak tak meneruskan usaha ayahna berpolitik, dan berbisnis yag berkait dengan poitikdan kekuasaan. Namun segala kesalahan terus ditimpakan kepadanya, hal hal kecil dperbesar. KINI terpulang pada rakyat, akah terus memilih presiden yang terus merakyat rajin membangun, bisa menjadi imam bagi keluarganya, benar benar harmonis dengan anak cucu, berasal dari rakyat jelata, tidak bermegah-megah diri, mampu mengontrol emosi - atau memilih capres anak Menak, mantan jendral, yang mesra dengan pasangan lima tahun sekali - hanya menjelang Pilpres - rajin mengumpulkan orang orang sangar, didukung kelompok intoleran-radikal yang enteng mengkafirkan mereka yang beda golongan - menghalalkan segala cara dalam kampanyenya dan memaki siapa saja yang tak mendukungnya. Termasuk awak media. ***

Tuesday, November 13, 2018

TKW di Singapura ini Gemetar Bisa Makan Malam Bersama Jokowi

TKW di Singapura ini Gemetar Bisa Makan Malam Bersama Jokowi

Presiden Joko Widodo yang saat ini tengah berada di Singapura untuk menghadiri KTT ASEAN, kemarin menjajal makanan Indonesia yang ada di pusat perbelanjaan di Singapura.

Kegiatan makan siang itu dilakukan Jokowi di restoran khas Indonesia 'Bebek Goreng Pak Ndut' di Lucky Plaza, Orchard Road, Singapura, Selasa, 13 November 2018.

Di sana ia menyantap paket nasi bebek yang harganya sekitar Rp 106 ribu.

Belum lama ini, cawapres nomor urut 0269 Sandiagay Yuno pernah kedapatan menyebar hoax yang menghebohkan bahwa harga nasi ayam di Singapura harganya hanya 35 ribu rupiah, sementara di Indonesia mencapai 50 ribu.

Hoax ini ditelan mentah-mentah oleh pendukung fanatisnya.

Saat makan siang itu, Presiden Jokowi memesan menu paket bebek goreng orisinal dan nasi, tahu, tempe, lengkap dengan sambal bawang dan sambal terasi, ditambah sayur asem.

Untuk minumnya Jokowi memesan es teh manis dan air mineral kemasan.

Jokowi mengatakan memang sengaja mencari makanan khas Indonesia di kawasan tersebut.

"Kita mau lihat makanan Indonesia mengintervensi negara lain. Kita nyari makanan-makanan Indonesia. Di sini ada Bebek Tepi Sawah, Sari Ratu ada, Garuda ada di sini. Harus terus. Sang Pisang masa orangnya di sini warungnya belum ada?" kata Jokowi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, harga paket nasi dan bebek goreng yang dipesan Jokowi adalah 9,9 dollar Singapura atau setara dengan Rp 106 ribu.

Sementara itu, seporsi sayur asem yang dipesan Jokowi seharga 4,5 dollar Singapura atau Rp 48 ribu. Sedangkan minumnya, yakni es teh manis, seharga 2 dollar Singapura atau Rp 21 ribu dan air mineral seharga Rp 23 ribu.

Selain bebek, rumah makan itu menyajikan ayam dengan berbagai varian. Salah satunya adalah nasi ayam bakar (grilled chicken rice) seharga 7,9 dollar Singapura atau setara dengan Rp 84.700.

TKW di Singapura ini Gemetar Bisa Makan Malam Bersama Jokowi, Saat menunggu pesanan makanannya tiba, Jokowi meminta ajudannya Kolonel Dasili untuk mengajak warga Indonesia yang menyapa dari luar rumah makan untuk bergabung makan bersama beliau.

"Yang dadah-dadah suruh makan sini kalau ada tempatnya," kata Jokowi.

Beberapa WNI kemudian berkesempatan makan bersama dengan Presiden.

Salah satunya Wiwi Sulandari, TKI asal Yogyakarta, yang mengaku tidak menyangka bisa makan bersama Presiden.

"Senang banget, saya nggak menyangka, nggak mimpi apa-apa. Tadi nggak tahu, terus ada yang bilang Presiden RI datang. Lalu saya susul ke atas ke lantai 1, saya lari ke restoran Indonesia. Harapan saya, Indonesia di masa Pak Jokowi lebih maju, lebih baik lagi," kata Wiwi.

Ia mengaku grogi saat ditanya kesan bertemu Jokowi,  "Saya gemetaran ketemu Presiden," aku Wiwi.

Untuk info lain bisa klik di sini sumber:
https://m.detik.com/news/berita/d-4300710/harga-nasi-bebek-yang-dimakan-jokowi-di-singapura-rp-106-ribu

https://m.detik.com/news/berita/4247507/sandiaga-chicken-rice-di-singapura-rp-35-ribu-di-jakarta-rp-50-ribu

Monday, February 5, 2018

Terimakasih Paspampres


Ada saja yang belum tahu betapa berat tugas dan tanggung jawab untuk pengamanan Presiden dan Wakil Presiden, bahkan seorang anggota DPR saja masih kurang paham (atau tidak mau tahu?) akan kewajiban pasukan pengaman presiden yang mengharuskan mereka selalu menempel kemanapun perginya sang kepala negara. Maka jika Presiden berkunjung ke kampus bukan berarti akan ada militer masuk ke kampus, paspampres bukan militer mereka mengamankan Presiden saja. Di situs resminya paspampres.mil.id telah dijelaskan profil dan sejarah paspampres sebagai berikut. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bertanggung jawab penuh atas keselamatan hidup Very-Very Important Person (VVIP). VVIP yang dimaksud terdiri dari Presiden RI beserta keluarga, Wakil Presiden beserta keluarga, dan tamu Negara setingkat kepala Negara atau kepala pemerintahan, beserta keluarga mereka, yang berkunjung ke Indonesia. Kami melaksanakan operasi pengamanan VVIP mulai dari pengamanan langsung jarak dekat, pengamanan instalasi yang digunakan oleh VVIP, pengamanan dalam perjalanan, makanan serta medis hingga penyelamatan VVIP dalam kondisi darurat. Mengingat tanggung jawab yang begitu besar, maka segala kemungkinan ancaman dan kesalahan harus diantisipasi semaksimal mungkin. Untuk itu, dalam melaksanakan sebuah operasi pengamanan, kami tidak bekerja sendiri. Kami juga berkordinasi dengan unsur Polri dan TNI yang berwenang di lokasi yang dikunjungi oleh VVIP. Secara umum terdapat tiga lapis penjagaan dalam sebuah operasi pengamanan, dan Paspampres bertanggung jawab penuh terhadap pengamanan terdalam (Ring 1) atau yang berada paling dekat dengan VVIP. Lapis penjagaan selanjutnya, sebut saja Ring 2 dan Ring 3, dilakukan oleh unsur Polri dan TNI yang berwenang. Dalam melaksanakan pengamanan terhadap VVIP, kami senantiasa mendayagunakan seluruh kemampuan demi meminimalisir resiko ancaman yang bisa datang setiap saat. Bahkan jauh sebelum VVIP hadir di lokasi, kami harus memastikan bahwa tempat beserta segala fasilitas dan instalasi yang akan dituju atau dimanfaatkan VVIP telah steril dari resiko ancaman. Berbagai usaha meminimalisir ancaman bermacam-macam bentuknya, seperti pengintaian oleh penembak jarak jauh, pemasangan security and X-Ray door, hingga penjagaan ketat oleh pengawal pribadi VVIP yang siap menjadi human shield demi keselamatan jiwa VVIP. Dalam kondisi darurat, yakni kondisi ketika keselematan jiwa VVIP berada dalam bahaya, tim penyelamatan telah bersiap setiap saat untuk mengamankan VVIP menghindari ancaman kemudian secara simultan, para pengawal pribadi akan melindungi VVIP dengan tubuh mereka. Dengan kata lain, kami akan melakukan apapun demi menjamin keselamatan jiwa VVIP, yang merupakan representasi dari harkat dan martabat bangsa kita di mata masyarakat dunia. Segala upaya pengamanan tersebut tidaklah berlebihan jika kita memahami esensi tugas dan fungsi Paspampres itu sendiri. Melindungi simbol Negara memang merupakan tugas berat, namun disana jugalah terdapat kemuliaan bagi para abdi Negara yang mengemban tugas tersebut. Dengan pembahasan ini, kiranya masyarakat akan lebih memahami tanggung jawab besar yang kami emban, serta memaklumi segala tindakan pengamanan yang kami lakukan, yang mungkin seringkali mengganggu atau bersinggungan secara langsung, dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sejarah PASPAMPRES Pasukan Pengamanan Presiden (PASPAMPRES) hadir hampir bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sebagaimana hal yang sama terjadi dengan kelahiran TNI dan Polri. Ketika kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan, para pemuda pejuang tergerak untuk mengambil peranan mengamankan Presiden. Para pemuda tersebut terdiri dari kesatuan Tokomu Kosaku Tai, yang berperan sebagai pengawal pribadi, dan para pemuda mantan anggota kesatuan Peta (Pembela Tanah Air) berperan sebagai pengawal Istana. Situasi keamanan pada awal kemerdekaan Republik Indonesia sangat memprihatinkan. Di beberapa daerah terjadi pertempuran sebagai respon atas keinginan penjajah Belanda, yang disokong oleh bantuan tentara sekutu, untuk menduduki kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia . Situasi semakin berbahaya ketika keselamatan Presiden mulai terancam dengan didudukinya Jakarta oleh Belanda pada tanggal 3 Januari 1946. Mengingat kekuatan bersenjata Belanda yang semakin besar dan terpusat di Jakarta, serta pertimbangan intelijen RI saat itu yang memerkirakan adanya keinginan Belanda untuk menyandera Presiden RI dan Wakil Presiden RI, maka Mr Pringgodigdo selaku Sekertaris Negara mengeluarkan perintah untuk melaksanakan operasi penyelamatan pimpinan nasional. Operasi ini kemudian dikenal dengan istilah “Hijrah ke Yogyakarta”. Pada pelaksanaan penyelamatan ini telah ditampilkan kerjasama unsur – unsur pengamanan Presiden RI yang terdiri dari beberapa kelompok pejuang. Mulai dari kelompok yang menyiapkan Kereta Api Luar Biasa (KLB), pengamankan rute Jakarta – Yogyakarta, hingga penyelenggaraan pengamanan di titk keberangkatan yang terletak di belakang kediaman Presiden Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur no 56, Jakarta. Secara rahasia KLB ini diberangkatkan pada tanggal 3 Januari 1946 sore hari menjelang senja. Keesokan harinya tanggal 4 Januari 1946, KLB tiba di Yogyakarta. Setibanya di Yogyakarta Presiden RI menetap di bekas rumah Gubernur Belanda di Jalan Malioboro (depan benteng Vredenburg). Sedangkan Wakil Presiden RI bertempat tinggal di Jalan Reksobayan no. 4 Yogyakarta. Dalam pelaksanaan operasi penyelamatan saat itu, telah terjadi kerja sama antara kelompok pengamanan yang terdiri dari unsur TNI dan Polri. Untuk mengenang keberhasilan menyelamatkan Presiden Republik Indonesia yang baru pertama kalinya dilaksanakan tersebut, maka tanggal 3 Januari 1946 dipilih sebagai Hari Bhakti Paspampres.

Monday, January 29, 2018

Jokowi dan Soekarno

Pada tanggal 18 Mei 1961, Presiden Soekarno melakukan lawatan pertama kali ke Afghanistan dan disambut dengan karpet merah dan upacara megah oleh raja Afghanistan Mohammed Zahir Shah
Dan setelah 57 th berlalu, akhirnya Presiden Indonesia Joko Widodo melakukan lawatan kedua yang tentu saja sangat bersejarah bagi kedua negara
Namun ada perbedaan mendasar antara dua kunjungan Presiden RI tsb
Situasi dan kondisi Afghanistan saat kunjungan Presiden Soekarno dengan saat Presiden Jokowi berkunjung sudah jauh berbeda. Setengah abad setelah kunjungan pertama Presiden Inonesia, Afghanistan telah porak-poranda dilanda konflik berkepanjangan, serangan dari Amerika Serikat dan pertempuran dengan kelompok militan.
Bahkan beberapa jam sebelum kunjungan Presiden Jokowi, Ibu Kota Kabul baru saja diguncang ledakan bom dan serangan kelompok militan yang menewaskan setidaknya lima orang tentara.
Jadi jika masih ada yang beranggapan bahwa Presiden Joko Widodo itu pengecut dan lain sebagainya
Mungkin berita ini sedikit banyak menunjukan seberapa besar nyali seorang Joko Widodo
Kira kira siapa yang mau datang kedaerah konflik, dimana sewaktu waktu nyawa bisa melayang?
Bahkan dulu konon ada mantan jenderal yang sampai sampai kabur keluar negeri karena takut nyawanya terancam
Bahkan juga konon ada cerita tentang imam besar yang katanya siap jihad mati syahid tapi sampai sekarang kabur ga pulang pulang
Nah silakan ukur sendiri sebesar apa nyali mereka jika dibandingkan dengan Presiden RI Joko Widodo.
Tulisan Dodi Irawan di akun fb nya.


Jokowi dan Salju

Disambut salju di Kabul, Afghanistan. Ini kunjungan kedua Presiden Indonesia setelah kunjungan terakhir Presiden Sukarno pada tahun 1961 -Jkw https://t.co/bekluAcpg0


Sehat selalu pak De, fatehah.
Foto: biro pers Setpres

Jokowi di Afghanistan

Jokowi Tiba di Afghanistan, Setelah 57 Tahun Presiden RI Akhirnya Kembali Kunjungi Afghanistan.
Dan di bawah ini adalah doa dari warganet di sosial media.
Ya Allah...Ya Rabb.
Lindungilah Bapak Presiden Jokowi dan istri beserta seluruh rombongannya dlm kunjungannya ke Afghanistan.
Ya Allah...Ya Rabb.
Hambamu memohon.
Aamiin YRA.
---
Mari harapkan keslamatan dan kesehatan Pak Jokowi dan Ibu yg sudah kerja keras....!!! Tidak banyak bicar cuma banyak kerja nya....itu baruu hebaat gak dpt org org yg suka bicara tapi kerja nya kosoong
Salam 2 period!!!!
---
Subhanallah, smoga semua berjalan aman dan lancar. Selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan.
---
Sehat selalu yaa Pak President Jokowi, doaku untuk Bapak semoga selalu dalam lindungan Allah Subhanahuwataalla memimpin Indonesia selama 10 tahun Allahu Akbar, aamiin yaa Rabbalallamiin
---
Masih mau bilang Jokowi anti islam? Lama2 yg ngomong gitu dikrm aja ke afgan biar tau nyalinya kyk apa....

Sunday, January 28, 2018

Jokowi OTW Afghanistan

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana lepas landas pada pukul 09.20 Waktu Setempat atau 10.20 WIB dari Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangladesh menuju Afghanistan. (29/1)

Semoga kunjungan Presiden Jokowi ke Afghanistan berjalan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat.

Ya ALLAH lindungilah pak jokowi dan ibu iriana,,, saya pribadi sebagai rakyat kecil hanya bisa mendo'a kan pak presiden,,, semoga do'a yg insha allah tulus dari hati kecil ini bisa membawa indonesia ke yg lebih baik dan semoga bpak beserta rombongan selamat tidak ada halangan suatu apapun,,,, Aamiin3x

Foto : Biro Pers Setpres